Goukaku KaigoKembali ke latihan interaktif

Soal 114 · Soal terpadu

Latihan Kaigo Fukushishi, Ujian ke-36, 総合問題, Part C

(事例(じれい):Cさん(59歳(さい),男性(だんせい))は,妻(つま)(55歳(さい))と二人暮(ふたりぐ)らしであり,専業農家(せんぎょうのうか)である。Cさんはおとなしい性格(せいかく)であったが,最近怒(さいきんおこ)りやすくなったと妻(つま)は感(かん)じていた。ある日(ひ),散歩(さんぽ)コースの途中(とちゅう)にあり,昔(むかし)からよく行(い)く八百屋(やおや)から,「Cさんが代金(だいきん)を支払(しはら)わずに商品(しょうひん)を持(も)っていった。今回(こんかい)で2回目(かいめ)になる」と妻(つま)に連絡(れんらく)があった。妻(つま)がCさんに確認(かくにん)したところ,悪(わる)いことをした認識(にんしき)がなかった。心配(しんぱい)になった妻(つま)がCさんと病院(びょういん)に行(い)くと,前頭側頭型認知症(ぜんとうそくとうがたにんちしょう)(frontotemporal dementia)と診断(しんだん)を受(う)けた。)Cさんが八百屋(やおや)でとった行動(こうどう)から考(かんが)えられる状態(じょうたい)として,最(もっと)も適切(てきせつ)なものを1つ選(えら)びなさい。

Terjemahan Indonesia: (Kasus: Bapak C, 59 tahun, laki-laki, tinggal bersama istrinya (55 tahun) dan seorang petani penuh waktu. Bapak C berkepribadian pendiam, tetapi istrinya belakangan menyadari ia mudah marah. Suatu hari, penjual sayur lokal langganan di jalur jalan kakinya menghubungi istrinya, berkata, "Bapak C mengambil barang tanpa membayar. Ini sudah kedua kalinya." Saat istrinya menanyakannya, Bapak C tidak menyadari telah melakukan kesalahan apa pun. Khawatir, ia membawanya ke rumah sakit, di mana ia didiagnosis demensia frontotemporal.) Manakah kondisi yang paling tepat disarankan oleh perilaku Bapak C di toko sayur? Pilih 1.

English translation: (Case: Mr. C, 59, male, lives with his wife (55) and is a full-time farmer. Mr. C had a quiet personality, but his wife had recently noticed him becoming quick to anger. One day, a longtime local greengrocer on his walking route contacted his wife, saying, "Mr. C took merchandise without paying. This is the second time now." When his wife asked him about it, Mr. C had no awareness of having done anything wrong. Worried, she took him to the hospital, where he was diagnosed with frontotemporal dementia.) Which of the following is the most appropriate state suggested by Mr. C's behavior at the greengrocer? Choose 1.

Pilihan jawaban dan terjemahan

  1. Pilihan 1 · Jawaban benar

    日本語: 脱抑制(だつよくせい)

    Indonesia: Disinhibisi (hilangnya kontrol perilaku sosial).

    English: Disinhibition.

  2. Pilihan 2

    日本語: 記憶障害(きおくしょうがい)

    Indonesia: Gangguan memori.

    English: Memory impairment.

  3. Pilihan 3

    日本語: 感情失禁(かんじょうしっきん)

    Indonesia: Inkontinensia emosional.

    English: Emotional incontinence.

  4. Pilihan 4

    日本語: 見当識障害(けんとうしきしょうがい)

    Indonesia: Disorientasi.

    English: Disorientation.

  5. Pilihan 5

    日本語: 遂行機能障害(すいこうきのうしょうがい)

    Indonesia: Disfungsi eksekutif.

    English: Executive dysfunction.

Jawaban dan pembahasan

Jawaban benar: Disinhibisi (hilangnya kontrol perilaku sosial).

Mengambil barang tanpa membayar dan sama sekali tidak menyadari kesalahan adalah gambaran klasik disinhibisi, gejala utama demensia frontotemporal di mana kendali perilaku sosial runtuh. Ini bukan sekadar lupa membayar (gangguan memori), ledakan emosi tak terkendali menangis/tertawa (inkontinensia emosional), kebingungan tentang tempat atau waktu (disorientasi), atau kesulitan merencanakan tugas bertahap (disfungsi eksekutif).

English explanation: Taking items without paying and lacking any awareness of wrongdoing is a classic presentation of disinhibition, a hallmark symptom of frontotemporal dementia in which social behavioral restraint breaks down. This is not simply forgetting to pay (memory impairment), uncontrolled emotional outbursts of crying/laughing (emotional incontinence), confusion about place or time (disorientation), or difficulty planning multi-step tasks (executive dysfunction).

Cara memakai halaman ini

Baca pertanyaan bahasa Jepang, bandingkan terjemahan, lalu coba tentukan jawaban sebelum membuka pembahasan. Perhatikan istilah yang muncul pada tiap pilihan; pembahasan menjelaskan konsep yang diuji dan alasan jawaban yang benar.

Soal bersumber dari ujian nasional Kaigo Fukushishi yang diterbitkan oleh Social Welfare Promotion and National Examination Center. Goukaku Kaigo adalah situs belajar independen dan tidak berafiliasi dengan lembaga tersebut.