Indonesia: Setelah SIM dicabut karena demensia, sertifikat riwayat mengemudi akan diterbitkan.
English: After license revocation due to dementia, a driving history certificate is issued.
Jawaban dan pembahasan
Jawaban benar: Tes fungsi kognitif wajib dilakukan saat perpanjangan SIM mulai usia 75 tahun.
Hukum Jepang mewajibkan tes fungsi kognitif saat perpanjangan SIM mulai usia 75 tahun. Diagnosis gangguan kognitif ringan saja tidak otomatis memicu pencabutan (hanya diagnosis setingkat demensia yang memicu); SIM khusus mobil berfitur bantu adalah pembatasan sukarela bagi pengemudi lansia, bukan izin khusus bagi penderita demensia (yang secara hukum tidak boleh mengemudi); dan sertifikat riwayat mengemudi diterbitkan bagi mereka yang menyerahkan SIM secara sukarela, bukan yang SIM-nya dicabut karena diagnosis demensia.
English explanation: Japanese law requires a cognitive function test at license renewal starting at age 75. A diagnosis of mild cognitive impairment alone does not automatically trigger revocation (only a dementia-level diagnosis does); the support-car-limited license is a voluntary restriction for elderly drivers, not a special allowance for people with dementia (who cannot legally drive); and the driving history certificate is issued to those who voluntarily surrender their license, not those whose license is revoked due to a dementia diagnosis.
Cara memakai halaman ini
Baca pertanyaan bahasa Jepang, bandingkan terjemahan, lalu coba tentukan jawaban sebelum membuka pembahasan. Perhatikan istilah yang muncul pada tiap pilihan; pembahasan menjelaskan konsep yang diuji dan alasan jawaban yang benar.
Soal bersumber dari ujian nasional Kaigo Fukushishi yang diterbitkan oleh Social Welfare Promotion and National Examination Center. Goukaku Kaigo adalah situs belajar independen dan tidak berafiliasi dengan lembaga tersebut.